Scaffolding saat ini memerankan peranan penting dalam kesuksesan sebuah proyek. scaffolding tidak terlihat setelah pekerjaan selesai namun tanpa adanya scaffolding, pekerjaan tidak akan selesai dengan baik dan selamat. PT Enerta Prima Solusindo sejak 2012 telah membangun kompetensi di bidang Penyedian Jasa Scaffolding baik penyewaan maupun design, pemasangan dan pembongkaran scaffolding.
Banyak sekali standar yang diterapkan oleh berbagai institusi atau negara. Standar ini merupakan suatu kesepakatan yang disepakati oleh para pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan tertentu.
Dalam hal produk standarisasi dipengaruhi oleh inisiatif awal yang dipengaruhi oleh riset, umumnya institusi/badan usaha/negara yang memiliki tingkat riset yang tinggi akan mengusulkan standar yang akhirnya digunakan oleh pihak lain. Sebagai contoh standar ASTM, DIN, JIS menjadi kiblat dari standarisasi produk karena darisana inovasi-inovasi muncul.
Hari ini hampir semua negara memiliki standar, tujuanya selain mutu, keamanan dan keselamatan, juga merupakan salah satu strategi untuk memproteksi negaranya dari produk yg diproduksi diluar negeri tersebut. Yang kita kenal dan dipakai luas diantarantanya (9 common international known standard institute and organizations)

- AISI – American Iron and Steel Institute
- ASTM – American Society for Testing and Materials
- DIN – Deutsches Institut für Normung
- ANSI – American National Standards Institute
- BS – British Standards
- JIS – Japanese Industrial Standards
- AFNOR – Association Française de Normalisation
- AS – Standards Australia
- ASME – American Society of Mechanical Engineers
Khusus untuk scaffolding, umumnya mengacu pada standar BS walaupun hari ini standar lainya spt JIS cukup dikenal di Indonesia. Sayangnya hingga saat ini industri dalam negeri khusus untuk scaffolding tubular belum begitu berkembang, dan sejauh yang kami amati dan cari untuk SNI belum begitu familiar, dari laman http://sispk.bsn.go.id/SNI/DaftarList?q=perancah kami hanya menemukan,
SNI 03-3631-1994 ; Perancah, Mutu dan cara uji tekan statis
SNI 19-1955-1990 : Perancah, Keselamatan kerja pada pemasangan dan pemakaian
BRITISH STANDARD 1139 (BS1139) dan EN39
Standard BS1139 and EN39 , dua-duanya berasal dari British Standard untuk Hot Dip Galvanized Scaffold Tube. BS1139 merupakan standar lama sedangakan EN39 adalah standar yang terbaru, apa perbedaan keduanya,
1) Komponen Kimia dalam material baja yang digunakan
Perbedaan utama dari standar BS1139 dalam hal komponen kimiawi adalah pada EN39 ditambahkan paduan Alumunium, Aluminium membuat pipa scaffolding lebih flexible dan cocok untuk digunakan untuk daerah dingin.


2) Mechanical Property
Antara standar BS1139 dan EN39 umunya sama dalam karakteristik material, berikut ini mechanical property dari material-material tersebut.

JIS G3444
Dalam dokumen JIS G3444, secara spesifik standar pipa JIS adalah standar yang digunakan untuk aplikasi umum (Carbon Steel Tube for general Structural Purposes). Umumnya untuk material scaffolding yang digunakan adalah STK 500; Untuk komposisi materialnya adalah.


Perbedaan utama yang mencolok antara standar BS1139 dan JIS G3444 terletak secara fisik terletak pada ketebalan pipa umunya GS3444 ketebalan 2,4 sedangkan BS1139 adalah 3,2 dan design clamp yang berbeda.
Mana yang Harus Anda Pilih untuk Proyek Anda?
Pemilihan standar ini sangat bergantung pada kebijakan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di area proyek Anda.
- Pilih BS1139 jika: Proyek Anda berada di lingkungan ekstrim atau klien menuntut standar keamanan Eropa/Internasional.
- Pilih JIS G3444 jika: Anda mengerjakan proyek konstruksi umum yang mengutamakan efisiensi tanpa mengabaikan aspek keamanan dasar.
Kualitas Adalah Prioritas Utama
Apapun standar yang Anda pilih, pastikan material tersebut asli dan memiliki sertifikat uji tarik serta komposisi kimia. Solusi Perancah menyediakan kedua pilihan standar ini untuk memastikan proyek Anda berjalan lancar dengan tingkat keamanan tertinggi.


