Struktur Pemasangan Scaffolding (Part1)

Dasar Hukum

Struktur pemasangan scaffolding umumnya dirancang untuk memenuhi tujuan keselamatan dan kesehatan kerja dan perlindungan lingkungan. Setiap negara berbeda-beda dalam penerapan dan nomenklatur namun secara prinsip hampir semua struktur pemasangan mengacu pada syarat-syarat secara umum yakni :

  • Peraturan Keselamatan Kerja Secara Umum, Untuk di Indonesia mengacu kepada UU Keselamatan Kerja No 1 /1970, pasal 4 :

Syarat K3 harus dipenuhi dalam tahap: perencanaan, pembuatan, pengangkutan, pemasangan, pembongkaran, pemeliharaan. Dan harus dilakukan pengujian & pengesahan pada perlengkapan
perancah dan alat pelindung diri.

  • Peraturan tentang Konstruksi Bangunan, untuk di Indonesia mengacu pada Permenaker No. 01/MEN/1980, K3 Konstruksi Bangunan:

Bab Perancah (pasal 12 sd 23),
Bab Tangga dari Pasal 25 sd 27, dan
Bab APD pada Pasal 99

  • Peraturan tentang penggunaan APD, di Indonesia mengacu pada Permenaker No PER 01/MEN/1980, Pasal 99,
  • Peraturan tentang bekerja dalam ketinggian, di Indonesia mengacu pada Permenaker No. 9/MEN/2016,
  • Peraturan tentang langkah-langkah pencegahan kecelakaan dalam ketinggian, Permenaker No PER 09/MEN/2016, Pasal 5, ayat 4 & 5
  • Peraturan tentang daerah bahaya, Permenaker No PER 09/MEN/2016, Pasal 7, ayat 3
  • Peraturan tentang Prosedur kerja:Permenaker No PER 09/MEN/2016, Pasal 6, ayat 2

Jenis-Jenis Struktur dan kegunaan Scaffolding

Jenis PerancahPenggunaan
Perancah Strukturu/ menopang formwork /rangka
Perancah Finishinguntuk pelataran kerja pek.
Jenis PerancahPenggunaan
Perancah PenopangMenopang Sebuah Struktur
Perancah GantungMenggantung dalam sebuah struktur
Perancah Jenis lainnyaBergerak (Mobile) dsb.
Berdasarkan jenis struktur

Khusus dalam artikel ini kita hanya akan membahas mengenai jenis perancah sistem pipa baja dan prinsip-prinsop penting dalam pemasanganya.

ISTILAH DALAM PERACAH/ SCAFFOLDING TUBE

Istilah yang umum dalam scaffolding :

  1.  standard (Pipa Vertikal) Adalah merupakan tiang utama dari konstruksi scaffolding, tiang vertical harus berdiri dengan dilandasi / diatas Base plates atau Jack Base pada dasar yang tidak rata.
  2. Ledger (Pipa Memanjang ) Ledger berfungsi sebagai pengikat antara tiang vertical dan untuk membentuk lift pada perancah dan sebagai tumpuan transom, antara standart dan ledger harus diikat dengan clamp mati (right angle coupler ).
  3. Transom ( Gelagar melintang ) Transom terpasang diatas ledger gunanya untuk penumpu platform / pelataran kerja.
  4. Bracing ( pipa silang ) Adalah pipa silang yang harus disediakan pada setiap konstruksi perancah, yang berfungsi sebagai penguat / membuat kekakuan pada konstruksi perancah. Harus diikat dengan clamp hidup ( Swivel Coupler ).
  5. Guardrail / Handrail ( palang pengaman ) Handrail dipasang diatas midrail dan harus diikat dengan clamp mati ( Right angle coupler ), berfungsi sebagai palang pengaman agar orang tidak jatuh saat berada di atas pelataran.
  6. Midrail ( Palang Tengah ) Midrail terpasang pada guardrail post dibawah dari Handrail dan di atas toe board, fungsinya adalah untuk menjaga agar orang tidak jatuh pada saat berada di bawah handrail.
  7. Toe Board ( papan kaki ) Toe Board ditempatkan diatas platform atau pelataran kerja dibawah midrail, minimum ketinggian toe board adalah 15 cm dari lantai kerja. Fungsinya adalah untuk menjaga agar peralatan atau 13 material yang berada diatas platform tidak jatuh apabila tidak sengaja tertendang.
  8. Timber Sole / Sole plate / Sole Board ( papan Alas ) Adalah papan kayu / Timber sole ditempatkan dibawah dari tiang vertical, di bawah base plates atau jack base. Fungsinya adalah untuk menahan agar tiang vertical tidak ambles pada permukaan yang lembek, dan juga berfungsi untuk menyalurkan beban pada tiang vertical, tersebar merata kelandasan yang lebih luas.
  9. Base Plates ( plat dasar ) Base Plates dipasang diatas timber sole dan dibawah sebagai alas tiangvertical. Fungsinya adalah untuk menjaga kerusakan pada ujung tiang vertical dan menjaga agar tiang vertical tidak bergeser dan di pakukan ke timber sole.
  10. Jack Base ( Plat dasar yang bisa diatur ) Jack Base digunakan untuk landasan tiang vertical apabila dasar dari perancah / scaffolding tidak rata, karna jack base bias diajas untuk menaikkan dan menurunkan tiang vertical.
  11. Swivel Coupler ( clamp hidup ) Swivel Coupker hanya digunakan untuk mengikat pipa silang atau menyambung pipa, tidak diperbolehkan untuk mengikat pipa horizontal dengan pipa vertical. 14
  12. Right Angle Coupler ( clamp mati ) Right Angle Coupler hanya digunakan untuk mengikat pipa horizontal dengan pipa vertical, tidak diperbolehkan untuk mengikat pipa silang.
  13. Joint Pin ( penyambung ) Joint Pin digunakan sebagai penyambung antara ujung pipa
  14. Bay Length, adalah jarak antara standar ke standard.
  15. Lift length, adalah jarak dari platform ke platform, ledger ke ledger atau transom ke transom.
  16. Working Platform, adalah lantai kerja dalam struktur scaffolding.

Berikut ini struktur pemasangan scaffolding yang umunya dikenal di Industri.

Kaidah-kaidah Penting mengenai Pemasangan Scaffolding

Dalam proses pemasangan scaffolding, scaffolder mendapati beberapa resiko kecelakaan yang mungkin terjadi, diantara resiko-resiko tersebut adalah :

Resiko yang umumnya terjadi saaat pemasangan dan pembongkaran scaffolding diantaranya adalah :

  • Orang Jatuh dari scaffolding dikarenakan jelekya proteksi samping, buruknya pemasangan platform, atau jatuh karena kelalaian.
  • Benda jatuh dari ketinggian,
  • Buruknya kualitas alat dan komponen yang menyebabkan kecelakaan, misalnya bekas pemotongan pipa, gram akibat karat pada metal plank, dsb.
  • Runtuhnya scaffolding akibat kesalahan pemasangan dan perancangan.
  • Kecelakaan akbat pengakutan material.

Jenis-Jenis Pemasangan Scaffolding

Berdasarkan sumber dari BOWEC 1986, ada 11 tipe dari pemasangan scaffolding yakni :

(i) Independent scaffold;
(ii) Ladder jack scaffold;
(iii) Outrigger scaffold;
(iv) Plasterers inside scaffold;
(v) Single line scaffold;
(vi) Suspended scaffold or slung scaffold;
(vii) Swinging scaffold;
(viii) Trestles scaffold;
(ix) Window jack scaffold;
(x) Mobile scaffold or scaffold on wheels or skids; and
(xi) Cantilever, jib, figure or bracket scaffolds.

An independent scaffold terdiri dari 2 baris standard yang parallel terhadap gedung. Inner standard akan persin menempel pada gedung,
(Sumber gambar : https://scaffmag.com/scaffolders-resource/tube-fitting/independent-tied-scaffolds/)

Pondasi Pemasangan Scaffolding

Pondasi scaffolding harus mampu menahan beban dari scaffolding baik beban hidup (live load) dan beban mati (dead load). Fondasi scaffolding harus sangat baik untuk mendistribusikan beban-beban terhadap tiang2 standard.

Berikut ini pertimbangan-pertimbangan dalam persiapan pondasi.

  • Daerah pemasangan apakah dekat dengan parit atau lereng, tekanan dari scaffolding mungkin saja menekan tanah untuk bergeser.
  • Apakah daerah pemasangan pondasi merupakan kontur yang memungkinkan pergerakan air atau banjur, aliran air atau banjir sangat berpotensi untuk merusak struktur dasar (ground) .
  • Pasir atau tanah lembek mempunya daya tahan (load beraing) yang rendah dan bisa bergeser dengan mudah.
  • Designer scaffolding umumnya akan menghitung berapa sole board yang dibutuhkan untuk kasus-kasus tertentu. berikut ini data load bearing dari beberapa material. Semakin tinggi nilai load bearing maka semakin baik struktur tanah tersebut.


GROUND CONDITIONS

NOMINAL BEARING CAPACITY (KG/M2)
Soft clay – can be moulded by light finger pressure2,000
Sand5,000
Stiff clay – can be moulded by strong finger pressure7,500
Hard clay – difficult to indent with thumb10,000
Rock50,000
sumber : https://worksafe.govt.nz/

Penggunaan Sole Board

Untuk kasus-kasus tertentu dimana scaffolding di install pada permukaan dengan load bearing capacity yang rendah, maka diperlukan tambahan material berupa sole board.

Bahkan secara khusus perusahaan, perusahaan yang sangat memetingkan safety sangat menekankan penggunaan dan penghitungan sole board ini. Semakin rendah load bearing capacity semakin besar permukaan Sole Board. Berikut ini perhitungan ukuran sole board.

Minimum contact area = vertical load / bearing capacity of supporting surface

Length of soleboard = minimum contact area / width of soleboard

DIMENSIONS/ UkuranSUITABLE MATERIALSUNSUITABLE MATERIALS
The thickness and size of the soleboard should suit the situation, and must be at least:38 mm thick200 mm wide x 500 mm long on soft surfaces such as asphalt and compacted gravel to give a minimum ground contact area of 0.11 m2#Pinus radiata
#Hardwoods Laminated
#PlyScaffold planks (light duty scaffold only)
100 x 50 mm stacked timber blocksconcrete blocksbrickspallets
Minimum dimensions and materials for soleboards

Base Plate & Screw Jack Base

Ukuran Baseplates minimum adalah 200 cm2, Setidaknya terbuat dari baja dengan tebal 6 mm atau 10 mm untuk alumunium. Standar base plate yang dijual dipasaran adalah adalah 150 x 150 x tebal 5 mm.

Screw adjustable jack base, direkomendasikan hanya digunakan 50% dari total panjang ulir yang tersedia.

Pemasangan pada permukaan berkontur miring

Pada struktur pemasangan scaffolding dikontur yang menurun atau miring, maka direkomendasikan diperlukan perkuatan pada standar dengan mengikuti alur dari kemiringan.

Pemasangan struktur yang melewati parit

Soleboard yang panjang yang melintasi halangan berupa parit direkomendasikan untuk digunakan untuk mendistribusikan beban sepanjang dari sisi-sisi parit.

Pemasangan bracing

Struktur scaffolding idealnya menggunakan brace pada setiap sisi permukaan (plane). setidaknya, dibutuhkan 2 arah bracing, Diantara brace yang sering dipasang diantaranya adalah :

  • longitudinal (or face) bracing
  • traverse bracing
  • plan bracing
  • rakers.
Tipe-tipe pemasangan Bracing pada scaffolding

Perlindungan Sisi

Perlindungan sisi (Edge Protection) berfungsi untuk mencegah orang, material dan alat terjatuh dari lantai kerja. Komponen-kompoenen penting yakni guard rail, mid rail dan toe board. Edge protection harus dipasang pada pada area terbuka dalam working platform, Berikut ini ketentuan-ketentuan umumnya,

Guardrails harus diantara 900 dan 1100 mm dari midrail, Guardrails harus bisa menahan setidaknya 71 kg (700N) downward force dan a 46 kg (450N) horizontal force.

Rekomendasi Working Platform di pekerjaan on shore
Rekomendasi Working Platform di pekerjaan off shore

Kelas beban (load) scaffolding untuk Access maupun beban material

LoadBS EN 12811
Classification
Uniformly
distributed load on
platform
Kg/m2
(kN/m2
)
Typical Loading Examples
Very Ligth DutyClass 175 (0.75)Inspection, painting, light
cleaning or access.
One worker per m2
Light dutyClass 2150 (1.50)Light maintenance work,
painting, cleaning or access.
Two workers per m2
General purposeClass 3200 (2.00)General maintenance work or
access.
Two workers + 50Kg of
equipment and materials per
m2
Heavy Duty Class 4 300 (3.00)
Heavier maintena
Heavy DutyClass 4300 (3.00)Heavier maintenance work or
access.
Two workers + 100Kg of
equipment an
Special Duty/ Special purposeClass 5-6 As design by scaffolding engineer All special purpose scaffolds
MUST be designed!

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *